Base Camp Ruangpajang

Jl. Siulan Gg. Soka No.8, Denpasar - Bali

Punya kendala seputar transaksi atau ingin konfirmasi apapun, silahkan pilih salah satu jalur ini:
   Telp : 08155785914
   Email: info@ruangpajang.com

   Yahoo! Messenger:

CS1:  chunx81

CS2:  leakx

Tips Pemesanan

  • Untuk Pemesanan, isi form dan kemudian konfirmasikan ke 0815 5785 914 atau 081805522678 dengan pesan " Bisnis Order "

Developed: by:
  BUKALWEB
Tips Menata dan Memasang Wall Art
Memang dibutuhkan ketrampilan organisasi visual yang baik agar wall art tidak asal terpasang dan tertata di dinding. Jika direncanakan dengan baik, wall art dapat berfungsi secara optimal sebagai elemen dekoratif, penyeimbang, dan pengoreksi dalam ruangan. Bagaimana posisi wall art yang baik ?

1. Agar nyaman dipandang mata, ketinggian titik tengah wall art dari lantai sebaiknya sejajar dengan ketinggian pandang mata, di Indonesia kisarannya pada 150 – 160 cm.
2. Jangan terpancang pada pemasangan yang simetris. Tanamkan di benak Anda bahwa yang penting adalah keseimbangan. Peletakan asimetris dapat menimbulkan efek yang sangat dinamis jika Anda mampu menyeimbangkannya dengan furniture-furniture yang telah lebih dulu ditata.
3. Jika Anda ingin memasang foto-foto keluarga di atas meja atau bufet, mungkin namanya sudah bukan lagi wall art. Namun fungsinya masih sama saja dengan wall art. Prinsip penataannya pun masih sama, yaitu keseimbangan. Letakkan yang berukuran kecil lebih berada di depan yang berukuran lebih besar.

Merawat Wall Art

1. Periksa wall art secara periodik, apakah kaitan dan tali gantungannya masih kuat, dan posisi serta kondisinya masih baik.
2. Kaca wall art perlu dibersihkan secara rutin dengan menggunakan cairan pembersih kaca yang telah banyak di pasaran. Semprotkan ke lap yang bersih kemudian diseka ke permukaan kaca. Akan lebih baik hasilnya jika Anda juga membersihkan kaca bagian dalam wall art karena cenderung berjamur. Segera keringkan jika masih ada embun air yang tertinggal karena akan membuat wall art semakin lembab dan semakin menimbulkan jamur.
3. Anda dapat mencegah timbulnya jamur karena kelembaban dengan menempelkan 1 sachet silica gel (dapat dibeli di apotek) di bagian belakang wall art Anda.
4. Bingkai wall art dari kayu rentan pula terhadap jamur. Bersihkan secara periodik dengan kemoceng dan dilap dengan kain yang bersih. Bingkai yang berprofil atau berukir biasanya cenderung lebih berdebu, bersihkan dengan menggunakan sikat yang kecil yang dapat menjangkau hingga ke sela-sela ukiran.
5. Backing (bagian belakang dari wall art) bisa dibersihkan dengan lap bersih yang diberi sedikit air namun jangan sampai terlalu basah.
6. Lukisan yang dibingkai tanpa kaca bisa dibersihkan dengan hati-hati menggunakan kemoceng atau lap katun halus yang kering. Jangan gunakan lap yang berbulu karena bulu-bulunya bisa menempel pada cat lukisan.
 

Alexa Rank & Pagerank

Free PageRank Checker

Statistik situs


Kunjungan Hari ini:4
Kunjungan Kemarin:27
Kunjungan Bulan ini::505
Kunjungan total:13563
Max.kunjungan bulanan:1694
Impressions bulan ini1152
Impressions total:32629
bulan kunj max :2008-10

Tips

Bermain-main dengan Digital Imaging
Mungkin selama ini Anda hanya mengenal foto diri dan keluarga yang dipasang di dinding rumah Anda. Selain itu anda bisa memasang lukisan sebagai wall art. Tahukah Anda bahwa banyak sekali objek-objek lain yang bisa dipasang pada bingkai dan kemudian menjadi wall art yang bernilai seni tinggi? Bahkan foto-foto hasil jepretan Anda sendiri?
Read more...Link